Teruntuk ibu yang ku sayang,
Yang selalu menyayangi ku sejak kecil
Yang selalu ikut berbahagia dalam setiap tawa ku
Yang selalu menyediakan pelukan hangat dalam setiap duka ku
Yang selalu meneleponku di kala kita sedang berjauhan
Yang selalu khawatir denganku
Yang ku yakin selalu menyebut nama anak - anak mu dalam sujud dua pertiga malam mu
Aku ingin memberitahumu
serta benar - benar meyakinkanmu
Bahwa
Aku baik - baik saja di sini
Dan akan selalu baik - baik saja dalam iringan doamu
Tak perlu khawatir
Ibu
Aku menyayangimu
Engkau adalah anugerah paling indah dari Allah untukku
Terima kasih ya Allah
Untuk ibu paling hebat di dunia untukku
Ibu
Terima kasih untuk segalanya
Maafkanlah aku yang tidak berbakti ini
Ibu
Dunia ini singkat
Kita tidak pernah tahu seberapa lama lagi kita akan bersama
Ibu
Aku menyayangimu
Semoga Allah senantiasa memberikan ridho-Nya dalam setiap langkahmu
Semoga Allah memaafkan segala keslahanmu
Sekali lagi
Untuk ibu ku tersayang
Tak perlu khawatir
Aku akan selalu baik - baik saja
Dalam setiap iringan doamu
Karena Allah akan selalu menjaga dan melindungi ku.
Senin, 27 Mei 2013
Selasa, 19 Maret 2013
Sepi
Sepi tak berarti sendiri
Selalu ada yang menemanimu, Allah
Gelap tak berarti tak bercahaya
Karena akan selalu ada yang menerangi kalbu mu, Iman
Pohon itu bergoyang
Ia menari diiringi angin dan hujan yang mengguyur Bumi
Tampak begitu tak berdaya namun tetap terlihat mempesona
Karena ia, mengucap Asma Allah
Aku di sini bersama sepi, gelap, dan tanpa daya
Haruskah aku mengutuki semua yang terjadi?
Ataukah meniru pepohonan yang senantiasa mengucap Asma Allah
Aku di sini ingin memanggil semua orang yang kusayangi
Menemaniku agar sepi pergi
Nyatanya, walau aku begitu membenci sepi,
Ia dengan hebatnya mengajariku betapa berarti orang - orang yang ku sayangi
Betapa berarti orang - orang yang selama ini selalu di sisiku
Tulisan ini dibuat di Masjid UIN Alauddin Makassar, di tengah hujan besar, dan saya hanya seorang diri di dalam Masjid besar yang tengah mati lampu tersebut. Jadi, ya suasana memang agak melankolis. Ha ha ha
Karya Bakti Wicaksana
Tanggal 10 Agustus 2012 kemarin gue menghadiri acara buka puasa
sekaligus Baksos di Panti Asuhan Nurul Jadid bersama anak – anak PMR SMAN1TRA
a.k.a anak – anak KBW. Dengan jumlah anak PMR
empat orang dan alumni sepuluh orang membuktikan ikatan silahturahmi
antar alumni masih kian rekat. Acara ini berlangsung secara sederhana namun
hangat dan sarat akan kekeluargaan. Di awali dengam ceramah singkat Ustad yang
namanya gue lupa. Maaf pak J.
Dilanjutkan games yang dipimpin Ka Khalida sampai azan Maghrib, sholat maghrib
bersama, makan – makan, pemberian sumbangan secara simbolik, dan terakhir salam
– salaman. Selesai. Sederhana kan?!
Masa – masa SMA gue selain diisi dengan kegiatan belajar –
mengajar di kelas juga dihiasi dengan berbagai kegiatan ekstrakurikuler. Dari
yang coba – coba seperti Suika, LBB, sampai kegiatan yang menetap aktif di
ROHIS sama PMR. Di ROHIS pun aktifnya ga aktif – aktif amat, lebih eksis di PMR
lah pokoknya, lebih sok sibuk. Hihi.
Terhitung sejak dapat syal kuning lambang kesiapan untuk
terjun ke masyarakat *agak berlebihan, pada kelas satu SMA semester dua, gue
gak pernah lagi deh ikut itu yang namanya upacara tiap senin pagi,haha. Gak
usah panas – panasan, capek berdiri, cukup jaga di belakang barisan atau di
dalem sanggar sambil senyam – senyum bahagia :p . Gue juga selalu suka seragam
khas PMR yang putih – putih, beda aja dari yang lain.
PMR. Jadi anak PMR, kalo anak PMR SMAN1TRA namanya KBW ya,
Capeknya tuh pake banget. Kita belajar banyak materi, dari Pertolongan Pertama,
Perawatan Keluarga, Sejarahnya PMR, bikin tandu, bikin tenda, sandi – sandi,
sampe lagu – lagunya juga kita belajar. Yang selalu berhasil bikin gue pulang
sore ya PMR, bikin gue nginep di sekolah karena jaga pos kesehatan di acara –
acara LDk eskul ya PMR, bikin gue bisa kemping di gunung gede pangrango juga
PMR. Latihannya juga sebenernya berat, apalagi ditambah kakak kelas yang
ngelatihnya galak *jangan di sebut namanya :p.
Yaah,, begitulah. Pernah suatu ketika, gue menjadi bendahara
acara PMI kota, sie.humas ROHIS, sama humas bukber PMR juga kalau ga salah.
Waktu itu bulan puasa. Karena ngurusin itu semua, hasilnya adalah gue
semingguan full pulang malem. Ke sana – ke mari, bolak – balik panti asuhan.
Pulangnya dimarahin sama nyokap, gue disuruh kerja di LSM
aja, sekolahnya berhenti aja. Hihiihi. Ada – ada aja. Mungkin kalo nyokap
bilang itu secara serius dan gak lagi marah – marah. Gue mau – mau aja.
Di luar semua itu, PMR atau tepatnya KBW, berhasil membuat
semua anggotanya seperti saudara. Kita menjadi layaknya sebuah keluarga yang
walaupun terpisah jarak dan waktu, akan selalu ada keterikatan batin *gaya
banget, hihi. Kita akan selalu ada untuk menolong, berbagi tawa, dan
menyelesaikan masalah bersama – sama. Gak ada deh tuh yang namanya senior
junior. Tapi tetep, menghormati yang lebih tua. Soalnya alumni tahun – tahun
KBW terbentuk masih suka silaturahmi, pembina pertama KBW, eyang, juga masih
suka silaturahmi.
Buat gue sendiri, jadi anggota KBW ini seperti sebuah proses
pembentukan karakter dalam diri gue. Dari belajar, menghargai makanan,
mencintai lingkungan, tolong – menolong sesama teman, beradaptasi dengan
masyarakat sampai seperti yang telah dibahas sebelumnya, belajar menghormati
orang tua.
Makanya, sedih banget deh begitu denger isu – isu KBW mau
vakum. Anak – anak jaman sekarang gak ada yang tertarik sama eskul PMR? Terus
tertariknya sama apa? Basket? Cheerleaders dan eskul – eskul modern lainnya?
PMR emang eskul yang udah berumur, sama halnya kayak Pramuka.
Tapi, sekali lagi gue bilang bagus banget buat pembentukan karakter calon –
calon penerus bangsa yang baik.
Coba liat sinetron – sinetron sekarang yang banyak banget
mengisahkan abege – abege yang mengalami degradasi moral, omongannya ga jauh
–jauh dari pacaran, cinta – cintaan, fashion, belum lagi sesama teman suka
jahat – jahatan. Mana pendidikan tentang akhlaknya?
Gue sih Cuma bisa mendoakan semoga adek – adek gue dapat
memilah milah mana yang baik untuk ditiru dan mana yang tidak. Byeee :D
Senin, 25 Februari 2013
Sara'ba Makassar
Jika sebelumnya, saya sudah membahas tentang beberapa makanan khas Makassar, kali ini membahas minuman favorit saya di sini, yaitu Sara'ba .Sara'ba merupakan salah satu minuman hangat khas Makassar yang bahan dasarnya adalah jahe. Berikut resepnya
| gb.pinjeman |
- 1 ons jahe merah
- 2 keping gula aren
- 250 ml susu kental manis putih
- 1 bungkus krimmer
- 8 gelas air mineral
Bagaimana? Tidak susah kan mencari bahan - bahannya. Semua bahan bisa dengan mudah anda cari di pasar atau supermarket di dekat rumah anda. Harganya pun dijamin terjangkau.
Oke, setelah bahan-bahannya siap, berikut tahapan membuatnya :
- Kupas jahe merah, cuci lalu memarkan hingga pipih
- Siapkan panci. Masukkan air sebanyak 8 gelas ke dalam panci
- Masak air dan masukkan gula merah ke dalamnya. Didihkan dan aduk2 hingga gula merah larut
- Setelah mendidih, matikan api dan tambahkan susu serta krimmer.
- Saraba sedap siap untuk dinikmati
Selamat Mencoba
Jumat, 22 Februari 2013
Celebes Food
Tak terasa sudah dua bulan lebih tinggal di Celebes ini, tepatnya di Gowa, Makassar. Banyak makanan yang jarang ditemuin di Pulau Jawa. Ini dia, beberapa resep masakan khas Makassar yang pernah saya coba.
1. Coto Makassar
1. Coto Makassar
| gb.pinjeman |
Cara Membuat Coto Makassar
Sumber : http://www.beritaterhangat.net/2012/11/resep-dan-cara-membuat-coto-makassar.html
Biasanya disediakan ketupat atau buras (nasi campur santan) dan juga jeruk nipis sebagai pelengkap.
2. Sop Sodara
|
| gb.pinjeman |
Bahan dan Bumbu halus:
Sumber : http://reseprahasiamu.blogspot.com/2011/12/sop-saudara-makassar.html
3.Conro
Bahan: 1 kg iga sapi, potong-potong 2 ltr air 2 cm kayu manis 3 butir cengkeh 3 cm lengkuas, dimemarkan 2 lembar daun salam 2000 ml air 3 sdm minyak goreng untuk menumis ½ sdm garam 5 butir bawang merah, iris tipis 2 sdm air asam jawa
Bumbu Halus :
5 butir bawang merah 3 siung bawang putih 1 sdt merica bulat ½ sdt pala 2-3 buah lkuwek, ambil dagingnya 50 gr kacang merah direbus matang 1¼ sdm garam
Cara membuat:
1. Rebus iga, kayumanis, cengkeh, daun salam, lengkuas, garam dan air asam jawa. 2. Tumis bumbu halus dan bawang merah iris hingga harum. 3. Tuang tumisan bumbu ke dalam rebusan iga dan masak sampai bumbu meresap dan iga matang. 4. Sajikan panas dengan sambal dan air jeruk nipis.
Sumber : http://cuek.wordpress.com/2007/03/23/sop-konro-makassar/
Konro ada yang berbentuk sop, tapi ada juga konro bakar, seperti sate
4. Es pisang Ijo
Bahan dasar:
Bahan untuk saus:
Cara pembuatan es pisang ijo:
Saran menyajikan es Pisang Ijo
Sumber : http://www.beritaterhangat.net/2012/10/cara-membuat-es-pisang-ijo.html
5. Es Pallu Butung
Resep Bahan Es Pallu Butung :
Resp Bubur Santan Es Pallu Butung :
Cara Membuat Es Pallu Butung :
Sumber : http://inforesep.com/resep-es-pallu-butung.html
|
Langganan:
Postingan (Atom)



